Laman

Selasa, 19 Agustus 2014

Semarak Kemerdekaan Maxxio Peduli Dhuafa dan Deklarasi WCC Bekasi Raya


Merdeka !!!!!!
17 Agustus 2014, Di Hari tersebut seluruh Rakyat Indonesia mengadakan berbagi kegiatan untuk meningkatkan semangat kebangsaan. Berbagi macam kegiatan dilaksanakan, dari kegiatan dilingkungan RT/RW, Kelurahan, Kecamatan hingga kegiatan tingkat Nasional. Begitu juga dengan Komunitas Mobil MAXXIO (Grand Max dan Luxxio Community). Dalam kegiatannya Komunitas ini membuat kegiatan sosial, dengan membagikan 1800 Paket Sembako ke Kaum Dhuafa yang berada disekitar lokasi kegiatan. Lokasi kegiatan difokuskan didaerah Harapan Indah, tepatnya di rumah salah satu member Maxxio yg beralamatkan Jl Duta Bumi Raya Harapan Indah 


Sembako yang diberikan berupa 2ltr beras, Gula Pasir, Teh, Sampoo, Minyak Goreng, Mie Instan. Menurut Ketua panitia Om Ajie M-271 event Baksos Kemerdekaan Ini merupakan event Baksos terakhir pada tahun Ini. Sumber Dana diperoleh dari beberapa sponsor yaitu dari OTTO Kridit Mobil, Komunitas Show Room Mobil yang berada Di Harapan Indah, PT Henkel (Produk Shampoo Syoss), sumbangan dari member Maxxio. Selain itu juga Acara Ini merupakan Kolabolari Maxxio dengan White Car Community (WCC) Chapter Bekasi Raya dan dibantu juga dengan Teman Teman Red Car Community Indonesia yang hadir untuk meramaikan Acara.  Om Budi N M-124 Ketua Umum Maxxio mengatakan Bahwa Kegiatan Ini merupakan kegiatan Pertama bagi MAXXIO yang berkolaborasi dengan Komunitas Mobil lainnya, diharapkan kegiatan ini akan sering diadakan untuk menjaga tali silahturahmi atar para pencinta otomotif.







Sebelum kegiatan Ini dimulai pada jam 14:00 diadakan Acara redeklarasi White Car Community (WCC) Bekasi Raya. Om Donny w-119. Sebagai Sekjen WCC pusat menginformasikan redeklarasi Ini diselenggarakan agar membangkitkan semangat member WCC Bekasi Raya yang mayoritas merupakan member baru agar tetap aktif dalam setiap kegiatan Serta dapat membentuk kepengurusan yang baru sehingga menjadi solid. Menurut beliau komplik yang terjadi bukan suatu hambatan untuk menjadi Komunitas yang kompak. Dengan adanya kegiatan dan regenerasi bisa membuat semangat semangat baru seperti semangat Kemerdekaan. Maka Setelah pemotongan tumpeng maka resmilah redeklarasi WCC Bekasi Raya dan kedepannya akan dibentuk kepengurusannya.









Pembagian baksos sembako dimulai lebih awal dari jadwal, menurut om Dolfi Koordinator Maxxio Bekasi Raya memang sengaj di percepat dikarenakan warga yang menerima kupon sudah berdatangan dan sudah mengantri. Ini sengaja dilakukan untuk menghindari warga berdesak-desakan. Dibantu pihak kepolisian dan satpam Harapan indah maka warga bisa diatur dengan tertib untuk menukar kuponnya dengan paket sembako. Salah satu warga yang berada dalaman antrian mengatakan pembagian sembakok ini cukup tertib dan cepat sehingga kekhawatiran mereka berdesak desakan tidak terjadi dan karenanya pembagiannya di sore hari maka suasana tidak terlalu panas. 







Dalam jangka waktu 2jam, 1800 paket sembako terbagi semua, Sesuai jumlah kupon yang diedarkan ke 20 RT/RW sekitar Harapan Indah. Kegiatan sosial seperti ini akan rutin diadakan tiap tahunnya dengan konsep yang berbeda dan lebih menarik. Kegiatan ini juga merupakan salah satu cara mengaspirasikan bagaimana kepedulian sesama dan sekaligus memeriahkan pesta rakyat, hari kemerdekaan RI ke 69......










I

Sabtu, 19 Juli 2014

Maxxio Regional Bekasi Berbuka Puasa dengan Anak-anak Yatim



Indahnya kebersamaan di bulan Ramadhan selalu di nanti nanti Umat Islam. Member Maxxio Regional Bekasi tidak Ingin melewatkan keindahan kebersamaan tersebut. Makanya pada hari Sabtu 19 Juli 2014 mereka mengadakan Acara kebersamaan berbuka Puasa Bersama anak anak Yatim Piatu Al-Izzah yang dibawah Asuhan Ustad Safeii. 


Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di tempat kediaman Om Adhi M-274  di Perum Duta Bumi Raya Bulevard Hijau Harapan Indah Bekasi. 100 anak Yatim hadir tepat waktu. Mereka sebelumnya dijemput oleh beberapa member Maxxio Regional Bekasi. Tempat yang sudah disediakan panitia langsung rame. Tamu-tamu Khususnya dari member Maxxio mulai berdatangan. Sudah menjadi tradisi di Maxxio adalah setiap kegiatan selalu melibatkan Keluarga. 


Sebelum berbuka Puasa, kegiatan Ini diisi berbagai macam acara. Panitia menyiapkan beberapa hadiah dan souvenir untuk anak anak Yatim yang mengikuti game dan quist. Lucu-lucu liat tingkah anak anak tersebut ketika di minta untuk mengikuti permainan, selain itu juga untuk memeriahkan Acara anak anak Yatim yang sudah mulai beranjak dewasa menyanyikan lagu lagu marawis yang diiringi Alat Musik Rabana. Suasana semakin meriah ketika pak Ustad Safeii memberikan Tausiah mengenai Bagaimana bersikap di bulan Ramadhan lalu ditutup dengan berdoa. 





Azan Magrib terdengar, waktu yang di nanti untuk berbuka Puasa sudah tiba. Dengan tertib anak anak Yatim menikmati hidangan yang disediakan. luar biasa menu hidangan ya bertemakan jajanan kaki Lima. Dengan menu special adalah Bakso Malang dan Somai Bandung. 





Kegiatan Ini ditutup Setelah melakukan sholat berjamaah Bersama, dengan memberikan santunan. Opa Joni (ayah dari om Adhi) yang dalam kondisi sakit, memberikan santunan secara langsung ke anak anak Yatim. 




Lelah tidak terlihat dari wajah Panitia, karena sudah tertutupi rasa syukur yang medalam karena suksesnya Acara Ini. Kegiatan Ini Akan menjadi agenda rutin member Maxxio Regional Bekasi tiap Bulan Ramadhan. Keindahan Bersama, berbagi kasih, berbagi keakraban, lebih terasa mendalam nikmatnya jika dijalankan dengan hati yang ikhlas dan tanpa pamrih. Cayooo Maxxio .




Sabtu, 12 Juli 2014

KOMBO Bekasi Raya Saur Bersama Di Panti Asuahan Al-Amanah



Pada Hari Sabtu tanggal 12 Juli 2014 dini Hari tepatnya pukul 02:00  Yayasan Yatim Piatu dan Dhuafa Al-Amanah yang beralamatkan Jl Mataram 1 Jakapermai Bekasi sudah rame didatangi oleh Teman-Teman dari Komunitas Motor Box  (KOMBO) Bekasi Raya. Ada sekitar 40 motor yang lengkap Bersama box ya memenuhi parkiran Panti Asuahan.

KOMBO Memang sudah merencanakan kegiatan Saur Bersama dipanti Sejak sebelum bulan Ramadhan. Kegiatan Ini merupakan event sosial Pertama yang dibuat, karena Komunitas Ini belum lama terbentuk. Menurut Bro EL (koordinator KOMBO) insyallah kegiatan sosial seperti Ini Akan rutin dilaksanakan kedepannya, dan juga sudah merupakan program kerja dari KOMBO Bekasi yang memang Akan selalu memfokuskan setiap event kegiatannya di Sosial. 


Kali Ini KOMBO mengajak adik adik Panti Asuhan Al-Amanah untuk makan Saur Bersama. Sebelum kegiatan makan Saur Bersama Teman Teman KOMBO saling berkenalan dengan adik adik. Ibu Titik Bambang sebagai Ketua Yayasan menceritakan suka dbuka Bagaimana Yayasan Ini terbentuk. Dan adik adik Panti yang sudah lama tinggal di Panti menceritakan Suka dukanya. Ada 48 adik adik yang tinggal di Panti. Tidak Ada Satu pun adik adik tersebut yang memperlihatkan wajah sedihnya. Mereka terlihat sangat terrawat baik Di Panti.  Teman Teman KOMBO menyerahkan sumbangan langsung ke Ketua Yayasan Ibu Titik Bambang dan Yayasan memberikan ucapan Terima Kasih sebuah Pelakat. 
Tepat pukul 03:30 waktunya makan Saur, Teman Teman KOMBO sudah mempersiapkan makan ya. Dengan Tertib adik adik makan Saur Bersama.  Canda tawa masih terdengar hingga azan subuh dan langsung menuju Mesjid An-Nur yang terletak Di depan Panti untuk melakukan sholat subuh Bersama. 

Tidak terasaa kebersamaan Ini mesti berakhir, Teman-Teman KOMBO mesti meninggalkan Panti untuk melanjutkan aktifitas masing masing. Sebelum berpamitan tidak Lupa untuk berfoto Bersama. 

Jumat, 11 Juli 2014

Jilbab Bukan Halangan Untuk Aktif di Komunitas Otomotif

 Memiliki hobi otomotif pada saat ini masih menjadi salah satu hal eksklusif yang dapat meningkatkan gengsi, terlebih jika kita mengetahui lebih banyak mengenai mobil/motor, tak hanya gengsi yang kita dapatkan, tapi juga nilai tambah pengetahuan anda. Hal tersebut boleh jadi suatu yang biasa bagi kaum pria, tapi bagaimana jika wanita. Mengingat hingga saat ini ranah otomotif lebih banyak digemari oleh kaum pria ketimbang wanita.

Banyak hal yang dapat membuat seorang wanita ada di jalur otomotif, mulai dari latar belakang keluarga yang bergulat di dunia otomotif, hingga hobi yang memang secara alami dimilikinya. Tapi beda halnya jika kalian (khususnya wanita) yang memang ingin mendalami dunia otomotif atau bahkan perbengkelan.

Saat ini banyak Komunitas Otomotif yang membernya wanita bahkan ada juga wanita yang berjilbab. Jilbab sekarang bukan halangan untuk wanita bisa aktif di komunitas yang mayoritas kaum laki-laki. Memang  sudah menjadi rahasia umum jika wanita bergabung dengan komunitas otomotif cendrung jadi suatu sorotan karena aktifitas komunitas ini lebih banyak di malam hari hingga pagi hari, kegiatannya lebih banyak hura-hura, dll. Tapi itu semua kembali ke individunya masing-masing. 

Gabung di Komunitas Otomotif tidak selalu membuat wanita berjilbab kelihatan maskulin. Ada beberapa tips yang bisa diberikan untuk wanita berjilbab biar tetap terlihat anggun dan feminim ketika berada di komunitas otomotif ini :
1. Tetap menggunakan Make Up yang minimalis, tidak terlalu berlebihan. 
2. Menggunakan pakaian yang tetap menampilkan kesan feminim walau menggunakan seragam komunitas. Misal seragam dikombinasikan dengan rok atau diberikan aksosoris seperti kalung atau bros.
3. Gunakan model jilbab yang nyaman seperti jilbab yang terbuat dari bahan lycra dan jilbab berbahan kaos. Hindari jilbab warna warna  hitam gunakan jilbab dengan warna-warna cerah dan disesuaikan degan seragam komunitasnya. 
4. Jaga Sikap dalam berkomunikasi dengan lawan jenis 



   

Sabtu, 15 September 2012

B3536 Touring To East Java "Sidoarjo" (Suramadu) Part 3__END__



Perjalanan dari Bromo memang melelahkan. Sampai Sidoarjo lagi kami langsung beristirahat dan mempersiapkan diri untuk acara Deklarasi Chapter Sidoarjo. Acara ini dimulai pada jam 19:00, lokasi deklarasi diadakan di pendopo Kelurahan Desa Renjeni Sidoarjo.



Tamu yang hadir lumayan rame, dari acara pembukaan, perkenalan, hingga potong tumpeng cukup hikmat dan bersahaja. Dalam acara ini ada yang unik dan menyita perhatian....yaitu sosok laki-laki muda yang ternyata pejabat Lurah di desa tersebut......berdasarkan info dari Bro Ali #292 pak Lurah tersebut baru menjabat jadi lurah dalam 2 minggu ini.






Pada Pukul 20:30 maka resmilah HSX 125 Community Embrio Sidoarjo menjadi HSX 125 Community Chapter Sidoarjo. Suasana suka cita terpancar diwajah teman-teman di Sidoarjo. Perjuangan mereka untuk mendirikan komunitas ini akhirnya di sahkan dengan pemotongan tumpeng. Acara akhirnya ditutup dan teman-teman sidoarjo mengadakan seresehan dikediaman Bro Ali #292.

Besok harinya suasana suka cita masih terasa. Teman-teman mempersiapkan dirinya untuk melakukan perjalanan pulang ke Jakarta. Pukul 13:00 WIB akhirnya kami membikin keputusan sebelum pulang ke Jakarta harus mampir dulu ke tempat Lumpur Lapindo dan ke Suramadu. Hal ini diputuskan karena melihat pak Gerald #250 yang antusia banget ingin ke tempat tersebut. Memang sih kaga afdol katanya kalau ke Surabaya tidak ke Lumpur Lapindo dan ke Suramadu. Padahal kita disana sih cuman ingin Foto-foto.

Jam 13:00 kami melakukan perjalana ke Lumpur Lapindo, ternyata mau masuk lokasi ini kami dikenakan biaya  Rp 5.000/motor. Setelah memasuki lokasi terucap istighfar.....Astaghfirullah.....bayangkan akibat luapan lumpur ini 16 desa dari 3 kecamatan terendam dengan lumpur pada tahun 2006. Luapan lumpur ini pertama kali terjadi pada tanggal 29 Mei 2006 di Dusun Balongnongo Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.






Permasalahan akibat Lumpur ini masih belum terselesaikan sampai sekarang. Banyak warga yang dirugikan tapi sampai sekarang belum mendapat kompensasi. Di lokasi ini masih ada warga yang melakukan demo menuntut pemerintah untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Lokasi Lumpur Lapindo saat ini menjadi tempat wisata, banyak pengunjung diluar Surabaya datang kesini. Hal ini dimaanfaatkan warga untuk mendapatkan sedikit rejeki.

Setelah Kami puas untuk berfoto-foto, kami melanjutkan perjalanan ke Suramadu. Suramadu adalah Jembatan Nasional yang menghubungkan pulau Jawa (Surabaya) dan Pulau Madura. (di Bangkalan tepatnya Timur Kamal). Dengan panjang 5.438 m, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan ini diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009[2]. Pembangunan jembatan ini ditujukan untuk mempercepat pembangunan di Pulau Madura, meliputi bidang infrastruktur dan ekonomi di Madura, yang relatif tertinggal dibandingkan kawasan lain di Jawa Timur


Ketika memasukin Gerbang menuju jembatan Suramadu....decak kagum terucap.....Subahanallah.....indah banget.....dan luar biasa. Kami menikmati perjalanan diatas jembatan ini......menyebrangi lautan tanpa mesti naik kapal....ingin rasanya berhenti dan foto-foto di jembatan ini....tapi disini kita tidak boleh berhenti. Foto-foto hanya bisa diambil di ujung jembatan.







Wajah suka cita teman-teman terlihat jelas.....tidak peduli terik matahari dan rasa panas.....mereka sibuk dengan kamera masing-masing.....berfoto-foto ria....ada yang langsung update di Facebook dan Twitter. Pedagang souvenir juga sibuk untuk menawarkan dagangannya. Setelah puas berfoto-foto ria akhirnya tepat jam 18:00Wib kami kembali ke Surabaya. Aku,Bunda Puji #095, Edwin #252 dan Bhoy Prospek masih stay di Sidoarjo, teman-teman yang lain seperti Bro Fadi #191, Bro Bagus #221, Bro Budi #136, Om Mancunk #007 dan Istri, Pak Gerald #250, Bro Wahyu Eko #277, Bro Fajar #213, Jheriko #260 kembali ke Jakarta.......

Nice Trip dah.....Memang kalau mau ke Jawa Timur khususnya ke Surabaya jangan sampai ngak mampir di Lumpur Lapindo dan Jembatan Suramadu......abadikan moment indah ketika berada disana......dan ceritakan pengalaman anda ke Teman, Saudara, sahabata, dan siapa saja......biar mereka jadi penasaran dan bisa juga datang ke sini.........


Jumat, 14 September 2012

Mudik Menyenangkan.....Lihat Lumba-lumba di Teluk Kiluan

Bulan Ramadhan telah berlalu....hari yang ditunggu tiba....Hari yang Fitri....Hari yang tepat untuk dapat saling memaafkan.....Minal Aidin Walfaizin....Mohon Maaf Lahir Batin.....1 Syawal 1433....dimana Hari tempat kita berkumpul dengan keluarga. Yang merantau pasti pulang kampung....begitu juga dengan saya.


Untuk mudik tahun ini saya pulang dengan membawa si B3536. Dengan susah payah menyakinkan keluarga khususnya mama bahwa saya akan aman-aman saja karena kepulangan saya tidak sendiri tapi bersama 4 teman dari Scorpioholic Sis Lina, Bro Andy, Bro Jo, dan Bro Ody (kalau ngak salah sih namanya). Dengan ke 4 biker ini sebenarnya aku baru kenal, tapi memang dasar sama-sama biker jadi tidak susah untuk cepat akrab dan suasana garing cuman sesaat.

Ternyata mudik dengan membawa motor mengasikkan. Sudah sempet terbayang bakal mengalami antrian yang panjang ketika memasukin pelabuhan Merak. Alhamdulillah bayangan itu ternyata salah semua. Aku berangkat dari Bekasi hari Jumat malam tanggal 17 Agustus 2012 suasan perjalanan memang cukup rame dengan kendaraan R2 dan R4 yang akan mudik. Tapi setelah di Merak terlihat padatnya kendaraan R4, infonya sampai gerang Tol kondisi masih macet. Dengan mengucapkan Bismillah aku memasukin area pelabuhan, bayar tiket masuk Rp 32.000,- dan langsung menuju area khusus R2 yang sudah disiapkan pelabuhan. Hanya menunggu 15 menit diarea itu kami langsung diminta untuk memasukin Kapal. Syukur Alhamdulillah terucap lagi...ketika memasukin kapal dan ternyata kami langsung mendapatkan tempat yang cukup nyaman untuk beristirahat. Aku langsung menghubungi mama dan memberitahukan saat ini perjalanan ku aman-aman saja dan tidak ada kendala.

Pukul 06:30 WIB tanggal 18 Agustus 2012 aku sampai di pelabuhan Bakauheni dan langsung melakukan perjalanan menuju Bandar Lampung. Tapi pada SPBU yang berada di samping RM Siang Malam kami berhenti sebentar. Disana saya menemui bro Andy Qiting HSX #293 untuk menitip pesanan bro Ady Tuba. Tepat pukul 09:00 aku sampai di rumah, disambut dengan mama yang penuh kekhawatiran. Terlihat diwajah tuanya wajah lega melihat anaknya sampai dengan selamat. Wajar mama khawatir karena dalam pemberitaan media massa dan televisi dalam mudik tahun ini banyak sekali kecelakaan yang terjadi.

Sebenarnya tujuan utama aku mudik dengan membawa si B3536 adalah ingin ikut Om Yan Maxxio M-066 yang akan melakukan perjalanan touring ke Teluk Kiluan untuk melihat lumba-lumba liar di tengah lautan Samudra Hindia. Setelah melihat postingan beliau di Facebook mengenai Teluk Kiluan aku jadi tertarik untuk ikut beliau. Akhirnya kami sepakat akan ketemu di Bandar Lampung pada tanggal 23 Agustus 2012.

Tepat pada hari Kamis 23 Agustus 2012, Om Yan dan rombongannya (ada Om Sony plus istri, Om Rangga dan Tunangannya, serta Om Daffi) jam 5:30 mereka tiba di Bandar Lampung. Aku jemput mereka di depan SPBU dekat Hotel Sahid Lampung, dan langsung aku giring menuju rumah ku. Mereka beristirahat sejenak hingga pukul 10:00 dan kemudia Pemandu menuju Teluk Kiluan sudah menunggu dan siap mengantar kami ke tempat tujuan.

Rute yang diambil menuju Teluk Kilua dari Rumah ku adalah Jl Wr Monggonsidi - Jl Basuki Rahmat - lewat Citra Garden menuju Batu Putu dan tembus didepan SPBU Lempasing (untuk menghindari macet dipasar cimeng) lalu langsung menuju arah Lempasing - Hanura - Padang Cermin - Desa Pidada  dan melewati beberapa desa yang aku lupa namanya dan akhirnya sampai di Pantai Kiluan.


Selama perjalanan saya sangat menikmati view alamnya.....suasana yang benar-benar fresh....Perjalanan yang melewati tikungan, tanjakan, turunan dan jalan berbatuan bukan suatu hambatan. Aku sedikit kagum dengan pemandu perjalanan kami, dengan lincahnya dia membawa motor Honda Beatnya melewati jalan-jalan tersebut. Om Yan sempat teriak ke aku...."Nte...ini baru namanya Touring..." terlihat jelas wajah cerianya. Tapi ketika masuk suatu desa kira-kira 7 Km lagi dari tujuan Om Yan berhenti didepan toko kelontongan disana. Terlihat wajahnya yang lelah dan sambil berkata " kok ngak sampai-sampai sih?"  Sang Guide menginfokan kalau jarak sudah tidak terlalu jauh.

Perasaan lega terasa ketika kami rombongan tiba di pintu masuk Teluk Kiluan. Kami berhenti sejenak untuk foto-foto. Dari pintu masuk ini ternyata masih butuh perjalanan 5 - 7 Km lagi untuk sampai di pinggir pantai Kiluan. Tidak terbayang oleh ku kalau daerah terpencil seperti ini ada juga penghuninya. Suasana disini bisa dibilang cukup aktif walau tidak ramai. Penduduk asli hidup rukun dengan pendatang yang dulunya mereka merupakan transmigran dari pulau Jawa dan Bali. Uniknya sebelum memasuki pantai kami melewati pemukiman yang ada pure-purenya. Sudah tertebak penghuni rumah tersebut adalah orang Bali.

Jam 15:30 kami akhir tiba juga dipinggir pantai Kiluan. Ternyata pantai ini ramai juga dengan pengunjung, yang mungkin karena libur lebaran. Disini kami menepati Villa yang sudah di pesan, tadinya kami ingin menepati villa yang besar tapi setelah di lihat-lihat kami memilih villa yang kecil. Memang fasilitas di villa tidak selengkap apa yang diharapkan cukup sederhana lumayan untuk menghilang lelah. Bukan hanya fasilitas villa saja yang minim tapi listrik dan air juga demikian. Signal Handphone juga susah didapat sampai-sampai Om Yan harus jalan ke luar pantai dulu untuk mendapatkan signal agar dia bisa memberikan informasi ke keluarganya. Untuk Listrik Desa hanya bisa digunakan dari pukul 18:00 s/d 00:00 WIB. Sebenarnya Villa sendiri juga mempunyai ganset yang hanya digunakan pada pukul 00:00 s/d 05:00 Wib dan untuk menghidupkan pompa air jika dipenampungan air sudah kosong.

Minimnya Fasilitas ini terobati dengan pemandangan pantai yang sangat indah. Suara ombaknya, udara segarnya membuat kita jadi lebih tenang dan fresh. Semakin malam ternyata banyak tamu yang datang tujuan mereka agar bisa melihat lumba-lumba di waktu pagi. Menurut Guide kami lumba-lumba ini hanya bisa dilihat di pagi hari. Untuk melihatnya kami harus menaiki perahu yang hanya beerisikan 3 penumpang dan 1 pemandu perahu. Biaya tiap perahunya Rp 250.000,- dan tambah biaya Rp 10.000/org untuk sewa jaket pelampung. Penyewaan jaket pelampung ini adalah punya desa, uang sewanya murni 100% masuk desa yang gunanya nanti untuk perbaikan jalan, jembatan dan sarana lainnya.

Tepat jam 06:00 pagi 24 Agustus 2012, kami mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan melihat ikan lumba-lumba. Jika beruntung kita bisa melihat ribuan ikan lumba-lumba berenang. Penasaran dibuatnya karena cerita tersebut. Jaket pelampung sudah digunakan, dan siap menuju perahu. Saya duduk dibagian depan perahu. Selama perjalanan saya mengagumi keindahan alam sambil mengambil beberapa foto. Setelah meninggalkan pinggiran pantai, goncangan kapal karena ombak makin terasa. Di depan mata terlihat ombak besar....ada rasa takut melihatnya....tapi karena yakin dengan pemandu kapal yang sudah pengalaman rasa takut bisa diatasi. Cukup lama juga kami menuju lokasi Ikan lumba-lumba biasa menampakan dirinya. Rasa penasaran semakin terasa, kok ikan lumba-lumbanya tidak terlihat.


Akhirnya segerombolan ikan lumba-lumba terlihat berenang disekitar area tersebut. Langsung suasana jadi ramai. Beberapa perahu mengikuti gerak perginya si Lumba-lumba. Wajah ceria tampak disetiap wajah yang melihat langsung ikan-ikan itu. Mereka siap dengan kamera ditangannya untuk mengambil foto. Bahkan ada yang merekam kejadian alam ini. Saya yakin mereka mempunyai perasaan yang cukup puas dan senang karena bisa melihat langsung dari alam ikan lumba-lumba berenang.


Karena matahari sudah mulai tinggi kami meninggalkan area tersebut dan menuju Pulau Kelapa, disini memang sengaja kami datangin untuk melakukan foto-foto pra wedding Om Rangga dan tunanganya. Berdasarkan info dari pemandu di pulau ini kami bisa mendapat Signal. Bener saja ketika Hp Blackberry ku aktifkan banyak sekali pesan yang masuk. Sekitar 45 menit kami memutuskan untuk kembali ke Villa dan melakukan persiapan melakukan perjalanan menuju Bekasi.


Jam 12:00 setelah makan siang kami meninggalkan pantai Kiluan. Dalam perjalanan pulang Om Daffi sibuk mengambil foto-foto perjalanan kami. Om Sonny dan istri ikut sibuk dengan mengambil video perjalanan. Pukul 16:00 kami tiba di Teluk Betung dan mampir sebentar di Toko oleh-oleh Yen Yen. Selanjutnya karena rasa lapar sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni kami mampir ke Rumah Makan Banyumas di Jl Gatot Subroto Garuntang. Melepas lelah bersama sambil menceritakan kejadian menarik selama perjalanan melihat lumba-lumba. Om Sonny menceritakan kejadian dimana Om Daffi mengalamin Jackpoat alias Mutah karena Mabok Laut. Bahkan kejadian tersebut sempet di Videokan sama Om Sonny. Suasan jadi ceria rasa capai hilang begitu saja karena tawa.



Jam 17:30 kami melanjutkan perjalanan menuju Bakauheni.. Di jalan Panjang kami bertemu dengan Sis Lina dan Bro Andy Scorpioholic. Perjalanan pulang Mudik si B3536 dikawal 3 Motor Pulsaria, 2 Motor Scorpio dan 1 Motor Ninja. Perjalan Mudik yang menyenangkan, tidak bosan-bosannya aku menceritakan pengalaman perjalanan ke Teluk Kiluan ke Sis Lina dan bro Andy. Bahkan aku tidak segan-segan berbagi cerita dengan Sis Tika #256 via BBM. Ternyata dia dan Bro Andy Qiting #293 memutuskan untuk pergi ke Teluk Kiluan juga.

Saya merekomendasikan tempat wisata ini bagi teman-teman yang suka dengan alam dan suka dengan tantangan. Dijamin rasa cape dalam perjalanan akan terobati ketika melihat indahnya alama dan cantiknya segerombolan ikan lumba-lumba berenang ditengah lautan.

Ayo Cek List tujuan wisata anda.....pilih tempat ini untuk berwisata......